• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Turki Memanas: Penangkapan Oposisi Picu Gelombang Protes! Erdogan Digoyang Demo: Rival Ditahan, Rakyat Berontak! Setelah Penangkapan Kontroversial,

img

Kumandaba-wgs.biz.id Mudah-mudahan selalu ada harapan di setiap hati. Pada Waktu Ini saya ingin berbagi pandangan tentang Indonesia yang menarik. Informasi Lengkap Tentang Indonesia Turki Memanas Penangkapan Oposisi Picu Gelombang Protes Erdogan Digoyang Demo Rival Ditahan Rakyat Berontak Setelah Penangkapan Kontroversial Tetap fokus dan simak hingga kalimat terakhir.

    Table of Contents

Pada tanggal 21 Maret 2025, kepolisian Turki menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan ribuan demonstran di dekat Balai Kota Istanbul. Para demonstran menyuarakan ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, mengumumkan melalui media sosial X bahwa 261 akun media sosial, termasuk 62 yang berbasis di luar negeri, diidentifikasi menyebarkan postingan provokatif yang memicu kejahatan dan kebencian.

Para demonstran berusaha mencapai Alun-alun Taksim, sebuah lokasi penting yang sering menjadi tempat demonstrasi besar di Turki. Aksi protes juga terjadi di berbagai kampus di Istanbul dan Ankara.

Aksi protes ini dipicu oleh penahanan Wali Kota Istanbul, yang dianggap oleh para demonstran sebagai tindakan represif. Mereka menuduh aparat menggunakan kekerasan untuk menindas kehendak rakyat.

Sebelumnya, pada tanggal 19 Maret 2025, polisi melakukan penggerebekan di rumah Imamoglu. Beberapa jam kemudian, Universitas Istanbul mencabut gelar sarjananya dengan alasan gelar tersebut palsu.

Seorang staf pers yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa Imamoglu ditahan dan dibawa ke markas polisi. Kantor kejaksaan mengumumkan penyitaan Imamoglu Construction, Trade and Industri, serta menuduh Imamoglu sebagai pemimpin organisasi kriminal dengan 100 tersangka yang telah ditangkap.

Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa penahanan Imamoglu terkait dengan penyelidikan dugaan bantuan kepada kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.

Setelah penggerebekan, kantor gubernur Istanbul mengeluarkan larangan semua aksi protes hingga 23 Maret. Otoritas Turki juga menindak keras akun media sosial yang dianggap provokatif.

Kantor Kejaksaan Umum Istanbul mengumumkan penyitaan perusahaan konstruksi milik Imamoglu atas dugaan korupsi. Partai oposisi utama CHP mengecam tindakan ini sebagai kudeta.

Pencabutan gelar sarjana Imamoglu dianggap sebagai langkah berisiko karena kandidat presiden di Turki harus memiliki kualifikasi pendidikan tinggi. Pendukung oposisi mengutuk tindakan tersebut sebagai tidak demokratis.

Kantor kejaksaan umum Istanbul juga menyebutkan tuduhan lain terhadap Imamoglu, termasuk penyuapan dan pemerasan. Pemimpin CHP, Ozgur Ozel, menyebut penahanan tersebut sebagai upaya kudeta terhadap presiden kita berikutnya.

Yerlikaya menegaskan bahwa pemerintah terus melacak tersangka lainnya. Dia menambahkan bahwa 18,6 juta postingan tentang Imamoglu dibagikan di media sosial X dalam waktu 24 jam setelah penahanannya.

Aksi protes terus berlanjut meskipun larangan berkumpul selama empat hari diberlakukan. Bentrokan antara demonstran dan polisi tak terhindarkan. Koresponden AFP melaporkan melihat langsung penggunaan peluru karet dan gas air mata oleh polisi.

Ribuan demonstran, sebagian besar mahasiswa, meneriakkan Tayyip, mundur! sebagai pesan kepada Presiden Erdogan.

Itulah informasi seputar turki memanas penangkapan oposisi picu gelombang protes erdogan digoyang demo rival ditahan rakyat berontak setelah penangkapan kontroversial yang dapat saya bagikan dalam indonesia Selamat menggali lebih dalam tentang topik yang menarik ini selalu berpikir solusi dan rawat kesehatan mental. Ayo sebar informasi baik ini kepada semua. cek artikel lainnya di bawah ini.

Special Ads
© Copyright 2024 - Kumandaba
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads